Sabu-Jaddi, Bukti Gurun Sahara Pernah Subur dengan Pepohonan

Di dekat Bengawan Nil, web arkeologi Sabu- Jaddi mempunyai lebih dari 1. 500 lukisan pada bebatuan. Buah tangan orang kuno ini melingkupi ekspedisi asal usul sepanjang 10. 000 tahun di salah satu area sangat tandus di Sudan, ialah Padang pasir Nubia. Para arkeolog belum bisa memastikan bila, persisnya, banyak orang Nubia kuno bermukim di mari. Hendak namun, mereka telah dapat membenarkan kalau dulu bagian dari Padang pasir padang pasir ini ialah area hijau yang produktif dengan pepohonan.

Klaim itu amat berlawanan situasi Sabu- Jaddi dikala ini. Pada bebatuan diperlihatkan etsa jaran nil, buaya, serta perahu papirus yang amat terpelihara, melukiskan bumi yang amat berlainan dengan lanskap padang pasir yang kering.

” Sabu mempunyai kedamaian jumlah( lukisan) yang besar,” tutur arkeolog Bruce Williams, yang sudah bertugas di Sudan sepanjang lebih dari 50 tahun.” Terdapat fauna dari era dini, peliharaan dari Rentang waktu Kerma( 2600- 1450 SM), perahu Kerajaan Terkini Mesir( 1570- 1069 SM), koleksi corak Rentang waktu Kristen, serta banyak lagi yang bersinambung sejauh durasi.”

Susah diyakini kalau seluruh etsa itu betul- betul cerminan dari realitas di dekat Sabu- Jaddi. Hendak namun, hawa di area Padang pasir dulu amat berlainan dari saat ini. Sepanjang Rentang waktu Lembab Afrika( dekat 13000- 3000 SM), masa hujan dari Afrika Tengah beranjak ke area yang lain serta membagikan curah yang lumayan ke bagian utara daratan Afrika.

Sabu- Jaddi, Fakta Padang pasir Padang pasir Sempat Produktif dengan Pepohonan( 1)

Hutan di Kenya, Afrika Utara Pixabay atau Elivs Muturi

Sepanjang masa hijau itu, daya muat air di Bengawan Nil melompat sebab dialiri oleh kanak- kanak bengawan( yang tidak terbatas jumlahnya) yang berawal air hujan. Kanak- kanak bengawan yang berbelok- belok ini lalu menghasilkan lapangan hijau yang produktif, semacam sabana serta hutan di Kenya dan Tanzania. Sekumpulan gajah, jerapah, serta rusa, bergemuruh melewati uraikan alam ini. Sedangkan bermacam berbagai belukar serta binatang jinak menawarkan pangkal energi yang berlimpah untuk orang.

Tetapi, keelokan itu tidak berjalan selamanya. Dekat tahun 5500- 5000 SM, hawa mengawali alih bentuk. Sepanjang 2. 000 tahun selanjutnya Rentang waktu Lembab Afrika lambat- laun mulai lenyap. Pada kesimpulannya, kala cuaca lalu mengering, Rentang waktu Lembab Afrika juga selesai, serta Padang pasir Padang pasir yang kita tahu saat ini tercipta pada tahun 3500 SM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *