Ingar Bingar Drama Start-Up di Akhir Tahun Pagebluk

 

Drama Korea Start-Up menjadi perbincangan banyak kalangan jelang akhir 2020. Kisahnya seolah menjadi pelipur lara bagi pencinta drama dan mereka yang mengalami kesulitan akibat pagebluk nyaris setahun terakhir.
Start-Up mengisahkan perjalanan Seo Dal-mi (Bae Suzy), Nam Do-san (Nam Joo-hyuk), Han Ji-pyeong (Kim Seon-ho), dan Won In-jae (Kang Han-na) dalam membangun serta menjalankan bisnis rintisan mereka masing-masing.

Dalam perjalanan kisah drama tersebut, cerita cinta segitiga terjadi antara Dal-mi, Do-san, dan Ji-pyeong, yang nyatanya menimbulkan keriuhan dan ‘perpecahan’ di antara penggemar drama yang rilis pada 17 Oktober 2020 itu.

Kemudian pada awal November 2020, ketika persaingan antara Do-san dan Ji-pyeong memperebutkan hati Dal-mi semakin terasa, dua kubu pun terbentuk di kalangan penggemar Start-Up: Tim Nam Do-san dan Tim Han Ji-pyeong.

Bandar Taruhan
Sejak saat itu, nyaris setiap akhir pekan pekan ketika episode baru Start-Up dirilis, media sosial pun riuh oleh kedua kubu tersebut. Mereka saling menjagokan idola masing-masing untuk bisa berakhir bahagia pada episode final yang jatuh pada hari ini, Minggu (6/12).

Fenomena ini pun dianggap sebagai gambaran lain dari kemampuan drama Korea menenggelamkan para pemirsanya dalam cerita, dan menghasilkan hal positif untuk drama tersebut: gema yang kemudian berujung pertambahan penonton.

“Film menjadi tidak sekedar film, karena penonton seakan ikut terlibat dalam alur ceritanya,” kata akademisi Departemen Sosiologi Universitas Indonesia, Daisy Indira Yasmine kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Ingar-bingar akan Start-Up nyatanya tak berhenti dengan siapa yang lebih pantas bersanding dengan Dal-mi. Namun juga menarik pihak-pihak lain yang selama ini terkesan jauh dari citra “pencinta Kdrama”.

Bila melihat media sosial lebih dalam, banyak akun-akun yang biasanya membahas soal bisnis ataupun teknologi ikut membahas soal Start-Up, tentu dari sudut pandang mereka masing-masing.

Contohnya banyak, mulai tips berbisnis startup, tips berbisnis ala Han Ji-pyeong, tips bermain saham ala Ji-pyeong, atau mempelajari ketekunan dari sosok Nam Do-san, bahkan sampai belajar dari kebaikan ‘halmeoni’ alias nenek si Dal-mi.

“Hal ini menimbulkan keseruan baru di luar film itu sendiri yang dapat meningkatkan ‘engagement’ penonton bahkan menambah pula penonton baru,” kata Daisy.

Bahkan, seorang warga asli Silicon Valley yang menjadi ‘kiblat’ para penggila teknologi juga pebisnis startup ikut membahas soal drama ini. Richard Yu, penduduk asli Silicon Valley yang pernah bergabung dalam PwC, Uber, dan APAC mengulas akurasi penggambaran Start-Up.

“Kondisi kantor Samsan Tech yang lusuh juga merepresentasikan situasi banyak perusahaan rintisan ketika membangun kantor pertamanya. Ruangan sempit dengan perabotan seadanya dan pencahayaan yang buruk tak berbeda jauh dari ‘garasi’ startup awal di Silicon Valley,” kata Yu.

“Untuk penonton yang benar-benar bekerja di industri ini akan menganggap referensi itu lucu. Namun, penonton yang awam mungkin akan menyukai penjelasan yang diberikan melalui teks, seperti saat menjelaskan maksud angel investor,” lanjutnya.

Bahkan, seorang warga asli Silicon Valley yang menjadi ‘kiblat’ para penggila teknologi juga pebisnis startup ikut membahas soal drama ini. (dok. tvN/Netflix via Hancinema)
Lebih jauh dari itu, drama Start-Up dan segala tren bisnis rintisan juga antusias yang tinggi akan teknologi masa depan dalam drama ini sejatinya menggambarkan ambisi Korea Selatan untuk menjadi pusat dari bisnis startup di masa depan.

Pemerintah Korea Selatan diketahui menyuntikkan dana sebesar 1 triliun won atau Rp13 triliun untuk pengembangan startup dan menerapkan kebijakan fiskal yang mendukung, seperti pengurangan pajak pendapatan investasi dan pembebasan pajak, juga menyuburkan ekosistem startup.

Selain suntikan dana, beberapa kementerian di Korea Selatan juga meluncurkan program untuk menjaring startup dari kalangan milenial yang dipersiapkan untuk menjadi mitra.

Ambisi itu juga didasarkan dari hasil riset firma CB Insight yang menyebut Korea Selatan kini menjadi rumah bagi 11 startup unicorn, atau startup yang bernilai lebih dari US$1 miliar. Korsel pun menempati urutan kelima di dunia setelah China, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang.

Terlepas dari pesan tersirat dari drama Start-Up dan juga ingar-bingar para pendukungnya mendukung karakter jagoan masing-masing, fakta bahwa kisah cinta berbalut bisnis juga teknologi ini mampu membius banyak orang dan menjadi fenomena akhir 2020.

Fenomena itu yang kemudian menjadi latar dari Fokus CNNIndonesia.com edisi 6 Desember 2020: Ingar Bingar Start-Up.

Selain membahas sejumlah fakta di balik drama Start-Up, Fokus kali ini juga kehadiran wawancara eksklusif dari Kim Seon-ho, sang pemeran Han Ji-pyeong yang akan tayang perdana live-streaming pada Selasa 8 Desember 2020. Untuk waktu penayangannya, pantau terus media sosial CNNIndonesia di Twitter, Instagram, juga Facebook.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *