Ariza Kecam Ungkapan Emmanuel Macron 2020

Ariza Kecam Ungkapan Emmanuel Macron 2020

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dengan sebutan lain Ariza mengecam sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron sehubungan bersama karikatur Nabi Muhammad yang terbit di majalah Charlie Hebdo. Ariza menilai, pernyataan Emmanuel yang mengatasnamakan kebebasan berpendapat tidak bisa dibenarkan.

“Saya Ahmad Riza Patria mengecam keras dan menentang hingga kapan pun sikap Presiden Prancis yang membolehkan penghinaan pada Nabi Muhammad SAW maupun agama lain bersama alasan kebebasan berpendapat,” kata Ariza lewat video yang diunggah via account Instagram @bangariza yang dikutip redaksi, Kamis (5/11).

Ariza membagikan video pernyataan yang ditulis kembali dalam caption unggahan. Menurut dia, penghinaan pada Nabi Muhammad tak bisa disebut sebagai kebebasan berpendapat. Hal ini termasuk berlaku untuk penghinaan pada simbol agama lain.

Politikus Partai Gerindra ini menyampaikan, jika belajar berasal dari sejarah, perang bisa disebabkan sebab perkataan seorang pemimpin yang berpikiran sempit.

Namun, perdamaian akan terjaga bersama perkataan pemimpin yang berpikiran luas.

“Kita tentu akan mati, hidup ini sebentar sekali, jangan hingga kami mewarisi kebencian dan budaya saling menghina agama kepada anak-anak kami di seluruh dunia yang kami sayangi,” kata Ariza.

“Di Indonesia termasuk ada kebebasan pers, namun pers di negeri kami tidak dulu menghina para Nabi berasal dari agama apapun,” tegas Ariza.

Prancis kembali memperbolehkan Charlie Hebdo untuk menerbitkan karikatur Nabi Muhammad yang termasuk membuat aksi teror pada 2015 itu.

Hal itu untuk perlihatkan dorongan solidaritas atas masalah guru di Prancis, Samuel Paty sekaligus perlihatkan adanya kebebasan berpendapat di Prancis.

Di saat bersamaan, Presiden Emmanuel Macron perlihatkan bahwa ada ancaman Islam radikal pada nilai-nilai sekuler di Prancis.

Menurutnya, perihal itu adalah hasil krisis di komunitas Muslim. Oleh karenanya, ia akan melakukan tindakan lebih tegas pada komunitas-komunitas Muslim yang dirasa radikal, termasuk menutup masjid yang memelihara mereka.

Aksi Macron dan Charlie Hebdo sontak menimbulkan kemarahan berasal dari umat Muslim. Keduanya dianggap semena-mena.

Aksi boikot product Prancis terjadi di mana-mana sebagai dampaknya. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahkan hingga mengatakan bahwa kejiwaan Macron kudu diperiksakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *