5 Kebiasaan Aneh yang Dimiliki Keluarga Kerajaan Sepanjang Sejarah

1. Elagabalus

Kegilaan: Elagabalus merupakan seseorang hedonis yang suka menyaksikan orang mengidap.

Elagabalus, yang naik takhta pada tahun 218 Meter, merupakan seseorang Kaisar Romawi yang diketahui sebab perilakunya senantiasa mau jadi penguasa sangat kejam sejauh era.

Selanjutnya merupakan catatan sebagian aktivitas kerajaan sangat abnormal Elagabalus:

Ia mengikat perempuan bugil ke sepur, semacam jaran, serta mencambuk mereka dikala mereka menariknya.

Ia mengeluarkan ular berbisa ke pemirsa game gladiator serta melihat orang banyak belingsatan serta mati sebab gigitan berbisa.

Ia mengikat pengunjung makan malam ke cakra air buat melihat mereka lama- lama karam.

Ia melemparkan kencana serta perak dari teras tower serta menikmati orang jelata yang berkelahi serta sekarat sebab duit.

Ia membebaskan raja hutan serta macan bintik dikala acara.

Ia memuat posisi dalam rezim bersumber pada dimensi penis laki- laki.

Kala advokat kuncinya memperingatkannya kalau ia wajib menempuh kehidupan yang lebih irit serta bijak untuk kesinambungan kerajaan, ia menusuk advokat itu hingga mati.

2. Nero

Kegilaan: Seseorang narsisis serta bengis, ia menewaskan ibunya serta membiarkan Bulu halus dibakar habis.

Kala membahas Nero, nyata ia memperoleh keahlian berpolitiknya yang hebat dari ibunya. Bunda Nero, Agrippina, menata menaiknya Nero ke tahta pada tahun 54 Meter dengan menikahi pamannya, Claudius, serta meyakinkannya buat mengangkut Nero bagaikan Kaisar ternyata putranya sendiri, saat sebelum mencelakakan Claudius sampai mati. Kala Nero berdaulat, beliau mengutip pelajaran dari novel prinsip ibunya serta mulai menjatuhkan seluruh orang yang mengecam ataupun apalagi mengganggunya, tercantum ibunya. Ia pula menewaskan istrinya sendiri, Octavia, kala dihalangi jalannya.

Walaupun bawa sebagian wujud sosial serta politik yang positif, hedonisme Nero lalu menggerogotinya. Ia mempunyai banyak istri serta pacar, menghabiskan banyak duit buat pelampiasan ambisi intim individu, serta menewaskan siapa saja yang berani mempersoalkan metode hidupnya.

Pada 64 Meter, kebakaran hebat menghantam Bulu halus, meluluhlantakkan 75 persen kota. Banyak orang Romawi beranggapan kalau Nero sendiri yang menghidupkan api buat berikan jalur untuk beliau supaya dapat membuat kastil terkini. Apalagi bila ia tidak melaksanakannya sekalipun, ia pula tidak hendak melaksanakan apa juga buat menghentikannya, serta bisa jadi hendak mempersalahkan orang Kristen serta mengawali rentang waktu aniaya serta penganiayaan orang Kristen di Bulu halus.

3. Joanna of Castille

Kegilaan: Obsesinya kepada suaminya mendorongnya buat menaruh bangkai suaminya supaya senantiasa bersamanya tiap dikala.

Joanna dari Castile merupakan gadis Ferdinand serta Isabella, yang populer di Amerika bagaikan adiwangsa Spanyol yang mengirim Christopher Columbus dalam pelayaran ke baratnya. Joanna menikah dengan Philip I dari Burgundy, putra Kaisar Romawi Bersih. Ia amat mengabdi pada suaminya, serta memberinya 6 anak, yang seluruhnya jadi kaisar serta istri raja.

Joanna mencapai gelarnya” Juana La Loca” sebab obsesinya yang kelewatan kepada suaminya. Sehabis kematian tiba- tiba suaminya pada tahun 1506, Joanna menyangkal buat dipisahkan dari bangkai Philip yang sudah dibalsam. Ia menyimpannya di kamarnya serta apalagi membawanya ke mana- mana. Terbebas dari tahtanya bagaikan Istri raja Castile serta Aragon, keluarganya tidak sempat melihatnya bagaikan orang yang pas buat menyuruh, serta putranya Charles kesimpulannya mengutip kedudukan bagaikan atasan negeri yang sesungguhnya.

4. Mustafa I

Kegilaan: Salah satunya era di mana beliau tidak dikekang dalam bui merupakan dikala beliau jadi raja.

Mustafa I mempunyai era kecil yang tidak lazim. Kala saudaranya Ahmed I naik takhta Imperium Ottoman pada 1603, adat- istiadat Ottoman melaporkan kalau beliau wajib melaksanakan saudaranya buat membendungnya dari perampasan takhta. Tetapi, Ahmed yang berumur 13 tahun melindungi nyawa kerabat lelakinya yang berumur 12 tahun, serta justru menahannya di bui tanpa jendela.

Mustafa dipenjara sepanjang 14 tahun, yang berakibat kurang baik pada kesehatan mentalnya. Kematian kakaknya men catat ekskalasi Mustafa dari bui ke tahta, namun kegilaan telah terlambat mengusik kekuasaannya. Sehabis durasi yang pendek di atas takhta, beliau digulingkan, digantikan oleh keponakannya Osman, serta dikirim kembali ke bui.

Sehabis kematian Osman, para adiwangsa mengembalikan Mustafa ke tampuk kewenangan. Kala ia menyangkal buat meninggalkan penjaranya, mereka menariknya pergi serta mengangkatnya di atas takhta. Mustafa memastikan dirinya sendiri kalau Osman sesungguhnya sedang hidup serta menghabiskan berjam- jam di kastel buat mencari keponakannya, berharap Osman buat mengutip takhta raja darinya. Kesimpulannya, ia merendahkan takhta ke keponakannya yang lain, Murad, serta Mustafa I kembali ke bui, di mana ia kesimpulannya tewas pada umur 47 tahun.

5. Catherine The Great

Kegilaan: Arah intim Catherine menimbulkan angin lalu kalau beliau sesungguhnya seseorang bestiality( terpikat dengan cara intim dengan fauna).

Catherine The Great merupakan suatu yang anomali dalam catatan ini, sebab ia bukan penguasa yang kurang baik pemerintahannya. Ia mencanangkan pembaruan megah buat Rusia serta membuat penguasa wanita nampak kokoh serta sanggup di dikala pria mayoritas berdaulat. Sedangkan kehidupan profesionalnya bagaikan penguasa Rusia bertumbuh, kehidupan pribadinya sedikit lebih kontroversial.

Catherine terlahir bagaikan Sophie von Anhalt- Zerbst di Jerman serta menikahi Peter III pada tahun 1745. Banyak ahli sejarah yakin kalau tidak satu juga dari keempat buah hatinya bukan anak kandungan Peter III. Sehabis Peter III memahami Rusia serta membuat ketetapan buat memberhentikan perang Rusia dengan Prusia, Catherine berkolusi dengan para adiwangsa buat menggelindingkan suaminya. Ia dibunuh oleh kerabat adam dari pacar barunya, Gregory Orlov.

Semenjak dikala itu, Catherine menyuruh Rusia, mengutip serta bergonta- ganti pendamping semau batin. Ia memberikan satu pacarnya dengan seribu budak, serta menghasilkan yang lain Raja Polandia, cuma buat mengobarkan perang padanya kala ia tidak teruji jadi boneka yang ia mau. Banyak ahli sejarah yakin cerita kepergiannya yang dikala berkaitan seks dengan jaran merupakan usaha musuh- musuhnya buat mendiskreditkannya.

Jadi badan kerajaan bisa jadi tidak seenak serta tidak semudah agaknya sebab hendak senantiasa terdapat harga yang wajib dibayar buat suatu kewenangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *