5 Hal ‘Gila’ Ini Pernah Dilakukan Para Filsuf Terkenal, Gak Wajar

1. Socrates: memohon bantuan hidup pada penguasa Yunani

Tidak hanya populer bagaikan salah satu filsuf yang sangat mempengaruhi dalam peradaban Barat, Socrates pula diketahui bagaikan seseorang” pengacau” yang berkeliaran di Kota Athena. Perihal itu sebab Socrates kerap mengusik banyak orang yang melalui di hadapannya dengan mengajukan persoalan dengan cara selalu pada mereka.

Pertanyaannya yang dikira sudah mengganggu kalangan belia Athena amat menjengkelkan penguasa Athena. Kesimpulannya, Socrates diadili serta dijatuhi ganjaran mati. Bagi Plato dalam ciptaannya, Apology, Socrates luang ditanya Mengenai ganjaran yang layak diperoleh buat tindakannya.

Socrates juga menjawab jika beliau sepatutnya menyambut bantuan hidup dari negeri. Dalam sebutan modern, Socrates mengklaim jika penguasa Yunani wajib memberinya santapan serta imbalan sebab” pelajaran filsafatnya” merupakan layanan buat mereka. Tidak membingungkan bila perilakunya ini membuat Socrates memperoleh ganjaran mati.

2. Diogenes: mengantarkan ayam gundul pada Plato serta coli di tempat umum

Diogenes merupakan seseorang filsuf Yunani Kuno yang diketahui melalui pemikiran sinismenya. Tetapi, pada sesuatu hari, beliau sempat bawa ayam tanpa bulu serta menaruhnya ke perguruan tinggi Plato. Kala Plato dengan cara terbuka mendeskripsikan orang bagaikan” fauna kaki 2 tanpa bulu”, Diogenes tidak sepakat.

Baginya, orang merupakan insan yang lebih lingkungan. Buat menarangkan artinya, Diogenes mencari seekor ayam, mencabut seluruh bulunya, menyerahkannya ke perguruan tinggi Plato, kemudian menyebutnya bagaikan seseorang orang. Walaupun terhitung edan, aksi Diogenes terdapat benarnya pula.

Jengkel namun tidak ingin takluk, Plato langsung meningkatkan” dengan kuku yang luas” ke dalam definisinya itu. Tidak hanya” perdebatannya” dengan Plato, Diogenes pula diketahui sebab bermukim di dalam tong kecil di tepi jalur. Jadi, telah nyata jika ia tidak sangat mencermati privasinya.

Dikutip novel Containment in the Community, Diogenes kerap melaksanakan coli di dalam tongnya walaupun dikala itu terdapat orang yang melalui di depannya. Apalagi, beliau kerap mengencingi banyak orang yang mengganggunya serta campakkan air besar di dalam pentas khalayak.

3. René Descartes: tidur di dalam penghangat ruangan

Rene Descartes bisa jadi populer sebab kalimatnya yang kerap diambil oleh para ahli serta filsuf modern,” Aku berasumsi, hingga aku terdapat.” Tetapi, mengerti kah kalian jika beliau menciptakan sebagian buah pikiran terkenalnya dari dalam” dapur”?

Dapur yang diartikan tidaklah dapur modern yang kerap kita gunakan buat membuat kue, namun suatu tungku tempat api yang senantiasa menyala. Temperaturnya bisa dinaikkan buat memasak serta dilindungi senantiasa kecil bila mau digunakan buat menghangatkan tubuh.

Memanglah, tungku itu tidak didesain buat dimasuki orang walaupun perihal itu tidak mengakhiri Descartes buat masuk serta setelah itu tidur di dalamnya.

Bila serta di mana persisnya memanglah sedang diperdebatkan, namun Descartes sendiri membenarkan kebiasaannya ini. Apalagi dalam novel Cogito, Ergo Sum: The Life of René Descartes, beliau mengatakan jika kebiasaannya ini sudah mempengaruhi karya- karya besarnya.

4. Jean- Jacques Rousseau: melalaikan kelima anaknya

Jean- Jacques Rousseau merupakan seseorang filsuf dari Jenewa yang diketahui sebab pemikirannya yang runcing mengenai aspek politik serta ilmu masyarakat. Tetapi, sedikit yang mengenali jika di dini hidupnya, Rousseau merupakan papa dari 5 anak, namun melalaikan mereka seluruh.

Dikutip novel Jean- Jacques Rousseau: Restless Genius, Rousseau melaksanakannya sebab aksi itu dikira bagaikan suatu yang luar biasa di bundaran sosialnya. Pasti saja, sikap jelek semacam itu tidak diharapkan dari seseorang filsuf yang senang berkoar- koar mengenai pembelajaran serta membesarkan anak.

Tetapi, semacam yang sudah dikenal, seluruh filsuf pula tidak jauh berlainan dari orang lazim pada biasanya. Era lalunya juga kerap dijadikan” senjata” oleh para filsuf saingannya—seperti Voltaire—dan beliau amat dikritik sebab sudah jadi seseorang filsuf yang bermuka dua.

5. Friedrich Nietzsche: melekap seekor jaran hingga pingsan

Walaupun idenya tidak sangat diketahui, nyata sekali jika julukan Nietzsche kerap didengar oleh khalayak biasa. Banyak yang ketahui jika ia merupakan seseorang filsuf eksistensialis yang populer dengan perkataan,” Tuhan telah mati.” Tetapi, tidak banyak yang ketahui mengenai perinci hidupnya.

Bagi novel Victorian Fiction and the Cult of the Horse, pada 3 Januari 1889, kala Nietzsche pergi dari rumahnya, beliau memandang seekor jaran lagi dicambuk oleh seseorang kusir di tepi jalur. Ia juga langsung berlari buat mencegah jaran itu, kemudian melekap lehernya sembari meratap.

Tidak lama setelahnya, beliau pingsan di jalur. Yakin ataupun tidak, hidup Nietzsche mulai menyusut ekstrem semenjak dikala itu hingga beliau tewas pada 1900.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *