5 Fakta Unik Tentang Gunung Bromo Yang Harus Kalian Ketahui

5 Fakta Unik Tentang Gunung Bromo Yang Harus Kalian Ketahui

Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Terkenal bersama dengan kaldera atau lautan pasir dan kawah yang terlalu eksotis, dan juga panorama matahari terbit (Bromo Sunrise Tour) yang terlalu indah.

5 Fakta Unik Tentang Gunung Bromo Yang Harus Kalian Ketahui

Kawasan Wisata Bromo terletak pada ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, dan di himpit oleh empat kabupaten bagian dari pemerintahan Pripinsi Jawa Timur yakni Kabupaten Malang, Probolinggo, Pasuruan, dan Lumajang. Berikut ini adalah 5 Fakta Unik dan Menarik Tentang Gunung Bromo yang kemungkinan belum kalian ketahui.

1. Sejarah Terbentuknya Gunung Bromo

Menurut sejarah, terbentuknya Gunung Bromo dan lautan pasir berawal dari dua gunung yang saling berhimpitan satu mirip lain. Gunung Tengger (4.000 m dpl) yang merupakan gunung terbesar dan tertinggi pada sementara itu. Kemudian berjalan sebuah letusan kecil,Bandar Bola materi vulkanik terlempar ke tenggara sehingga membentuk lembah besar dan dalam.

Kemudian berjalan letusan dahsyat yang menciptakan kaldera bersama dengan diameter lebih dari 8 km. Karena dalamnya kaldera, materi vulkanik letusan gunung berikut tertumpuk di didalam dan saat ini jadi lautan pasir dan di duga dulu sementara dulu terisi oleh air.

Aktivitas sambungan dari letusan gunung berikut memunculkan lorong magma ditengah kaldera sehingga terlihat gunung – gunung baru pada lain Lautan pasir, Gunung Widodaren, Gunung watangan, Gunung Kursi, Gunung Batok dan Gunung Bromo.

2. Komplek Pegunungan Tengger

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung yang berada di Komplek Pegunungan Tengger. Pada hamparan pasir yang terlalu luas (Laut Pasir) bersama dengan gunung-gunung di tengahnya yaitu: G. Bromo (2.392 m dpl), G. Batok ( 2.440 m dpl), G. Widodaren (2.614 m dpl), G. Watangan (2.601 m dpl) dan G. kursi (2.581 m dpl).

Dinding kaldera yang mengitari laut pasir terlalu terjal bersama dengan kemiringan ±60-80 derajat dan tinggi berkisar pada 200-600 meter. Di keliling kaldera Tengger terkandung sebagian gunung diantaranya adalah G. Penanjakan (2.770 m dpl.), G. Cemorolawang, G. Lingker (2.278m dpl.), G. Pundak Lembu (2.635 m dpl.), G. Jantur (2.705 m dpl.),G. Ider-ider (2.527 m dpl.) dan juga G. Mungal (2.480 m dpl.).

3. Menikmati Matahari Terbit

Salah satu keindahan yang paling menarik dan di menunggu di atas Gunung Bromo adalah Matahari terbit. Gumpalan awan yang menutup langit perlahan – lahan tembusoleh bola putih kekuning – kuningan. Cahaya merah merona diufuk timur perlahan – lahan timbulah temberang yang kian membesar sampai membentuk setengah lingkaran sang surya yang merah menyala.

Berangsur – angsur warnanya berubah jadi keemasan. Udara sekitar yang awalnya sejuk mulai menerang. Mulailah suaau hari dan kehidupan yang baru. Semuanya mengingatkan kita dapat kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Kecuali di puncak Bromo, keindahan matahari terbit mampu di melihat di Puncak Pananjakan.

4. Upacara Kasada Gung Bromo

Pada tanggal 14 dan 15 bulan 7 (tahun Jawa) atau bulan Juli (tahun Masehi) 2017 tempo hari ,diadakan upacara Kasada. Dalam upacara ini dikorbankan sebagian hasil sawah, ladang dan ternak masyarakat sekitar bersama dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain Upacara Kasodo terhitung di kenal Upacara Karo Dan Ayak-ayak.

5. Perjalanan Menuju Gunung Bromo

Bila dari arah Probolinggo, kita naik bis menuju Sukapura, kemudian kita konsisten ke Ngadisari. Dari Ngadisari naik kuda atau berjalan kaki menuju Cemoro lawang ± 3 km. Di Cemoro lawang kita mampu bermalam di hotel atau losmen. Besok paginya kita mampu melanjutkan perjalanan ke kawah Gunung Bromo, yang mampu ditempuh bersama dengan berjalan kaki atau naik kuda yang disewakan oleh masyarakat setempat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *