5 Fakta Unik Tentang Es Batu Yang Bikin Kalian Bertanya

5 Fakta Unik Tentang Es Batu Yang Bikin Kalian Bertanya

Pernah kebayang gak kecuali es batu yang kita konsumsi nyaris tiap hari, dulunya adalah barang mewah yang hanya mampu dibeli kalangan atas?

5 Fakta Unik Tentang Es Batu Yang Bikin Kalian Bertanya

Ya, bahan minuman yang saat ini amat gampang kita temukan ini dulunya mesti diimpor berasal dari Amerika Serikat, lho.

1. Pertama kali es batu diimpor ke Indonesia

Es batu pertama kali dibawa ke Indonesia atas pesanan Roselie en Co. kira-kira bulan November 1846.Taruhan Bola Bongkahan besar es dibawa mengfungsikan kapal asal Boston, Amerika Serikat, menuju Batavia (sekarang Jakarta), dan dibongkar keesokan harinya.

2. Belum secanggih sekarang, teknik menjaga es sehingga tak cair lumayan unik

Jangan dibayangkan tersedia mesin pendingin dalam peti kemas layaknya zaman sekarang. Di sedang dunia yang tetap serba konvensional, mereka membalut es batu dengan selimut wol sehingga suhunya senantiasa dingin dan tak mencair.

3. kehadiran es batu menjadi berita yang bikin gempar masyarakat

Sehari sebelum kapal tiba, berita kedatangan es batu pun dimuat dalam surat kabar Kavasche Courant. Karena baru pertama kali tersedia di Indonesia, euforianya langsung menyebar ke seluruh penjuru Batavia.

Apalagi es batu merupakan barang mewah yag gak sembarang orang mampu mencicipinya. Hal ini memantik rasa penasaran warga setempat dan menjadi percakapan hangat

Mereka membatasi es sebagai batu-batu kristal yang amat jernih. Ada termasuk yang amazed dikarenakan es batu mampu mengakibatkan tangan kaku pas disentuh. Sebagian berasal dari mereka percaya es batu mampu membuat sembuh sariawan, dan khasiat-khasiat “ajaib” lainnya

4. Minuman yang hanya mampu dinikmati oleh orang kaya dan kaum bangsawan

Seperti yang udah disebutkan di atas, hanya kalangan elit Belanda yang mampu mencicipi segarnya minuman dengan tambahan es batu. Kebanyakan para pelanggan es batu berasal berasal dari Weltevreden (Sawah Besar, Jakarta Pusat) atau Meester (Jatinegara, Jakarta Timur).

Warga sipil Belanda yang tinggal di Indonesia bahkan belum mampu membelinya. Harga untuk menebus 500 gram es batu saja setara dengan 10 sen Gulden, yang pada pas itu termasuk amat mahal.

5. Pabrik es batu pertama di Indonesia

Impor es batu berasal dari Boston ke Indonesia konsisten berlangsung sepanjang 25 tahun hingga 1870. Setelahnya, seorang warga etnis Tionghoa bernama Kwa Wan Hong mengakses pabrik es batu pertama di Indonesia di Semarang, Jawa Tengah.

Ia selanjutnya menjadi pelopor dibukanya bisnis mirip di berbagai wilayah lain, layaknya Pekalongan, Surabaya, dan Batavia.

Bukan lagi barang mahal, es batu saat ini menjadi sesuatu yang lazim dikonsumsi harian. Mayoritas orang bahkan mampu bikin es batu sendiri di rumah.

Kalau main ke kafe tepat tanggal tua, siapa nih yang bahagia nambah es batu biar minuman senantiasa banyak dan semakin hemat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *