5 Fakta Unik Seputar Bus yang Ada di Indonesia

5 Fakta Unik Seputar Bus yang Ada di Indonesia

Bus di Indonesia tenar khusus sebab desainnya mewah dan elegan. Bentuknya berasal dari masa ke masa selamanya bertransformasi.

Kini bus dengan dek tinggi dan penampilan depan memanfaatkan topi, dilengkapi penggunaan dua kaca sedang digandrungi banyak orang. Sebab dengan gabungan wujud baru berikut membuat bus makin lama sedap dipandang.

Namun tahukah Anda, di samping keistimewaan tadi ada lebih dari satu fakta menarik soal bus Indonesia. Berikut ini kumparan rangkum jadi fakta-fakta unik yang jarang diketahui banyak orang.
1. Mesin bus tidak dimatikan kala isikan solar
Ya, banyak pengemudi yang enggan mematikan mesin bus kala isikan solar di SPBU. Ini dikerjakan tentu saja agar AC selamanya bekerja agar kenyamanan penumpang terjaga.
Tapi di samping itu, selamanya menyalakan mesin bus juga merupakan usaha agar performa mesin berumur panjang. Sebab mematikan atau memunculkan mesin bus butuh prosedur khusus, agar komponen turbonya tidak rusak.

Jadi tiap tiap sebelum akan dimatikan, mesin perlu di dalam keadaan idling sebagai pendinginan. Pun ketika telah dihidupkan, perlu kala lebih dari satu menit sebelum akan bus jalur lagi, sebab mesinnya butuh panas tinggi agar bisa bekerja maksimal.
Makanya daripada butuh kala lama mengikuti prosedur tadi, mesin tidak dimatikan.
2. Parkir juga tak matikan mesin
Ini yang biasa dirasakan ketika bus berkunjung restoran. Saat diparkirkan, mesin bus kebanyakan juga tak dimatikan.

Penjelasan teknisnya serupa sebelumnya, menyangkut kenyamanan penumpang agar AC perlu tetap dihidupkan. Lalu haram hukumnya manakala pengemudi menstarter mesin lantas menggerakkan bus, atau setelah parkir langsung mematikan mesin.
Karena proses mematikan dan memunculkan mesin yang butuh kala relatif lama itu lah, membuat pengemudi pilih untuk selamanya menyalakan mesin bus kala parkir.
3. Proses pembuatan bus baru bisa 2 bulan lebih
Kemudian untuk meraih bus baru ternyata tak semudah belanja mobil di diler. Bus juga tidak ready stock, alias dibuat cocok pesanan.

Pembeli bus perlu memesan sasis ke produsen atau distributor, lantas melanjutkan produksinya ke karoseri. Di karoseri, seluruh proses pembentukan bodi, interior, pengecatan cocok livery, hingga menambahkan fitur dan fasilitas bus dilakukan.
Tak tanggung-tanggung, kala pembuatannya bisa raih 45 hari kerja atau serupa dengan 2,5 bulan. Itu pun jika tidak ada antrean. Apalagi jelang musim mudik kebanyakan permohonan bus baru meningkat.
4. Harganya bisa lebih Rp 2 miliar
Nah tak sekedar proses pembuatannya yang panjang, harga satu unit bus dengan fasilitas lengkap dengan toilet, port USB, kursi dengan leg rest, sekat untuk area merokok, dan lainnya bisa raih Rp 2 miliar.
Bahkan bisa lebih untuk bus tingkat yang kebanyakan punyai 3 kelas. Harganya mahal memang, 1/2 berasal dari nominal tadi untuk menebus sasis, yang banderolnya tinggi.
5. Kaca depan bus dipasang tameng
Terakhir yang tak kalah menarik adalah bus AKAP trayek Sumatera kerap dipasangkan tameng pada bagian kaca depan. Bentuknya berwujud besi berjaring.

Hal ini dikerjakan untuk meminimalisir rusaknya kaca depan, sebab lebih dari satu jalur tenar rawan oleh oknum tidak bertanggung jawab, yang kerap melempar batu ke kaca depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *