5 Fakta Unik Kota Solo Yang Kaliaan Wajib Tau

5 Fakta Unik Kota Solo Yang Kaliaan Wajib Tau

Sama layaknya kota-kota lainnya yang tersedia di Indonesia, kota Solo punyai berlebihan tersendiri yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lainnya. Salah satunya adalah budaya dan tradisi Jawa yang masih amat kental mulai saat kita berada disana. Jika kita merencanakan berlibur ke Kota Solo, simaklah cerita singkat dan fakta perihal Surakarta.

5 Fakta Unik Kota Solo Yang Kaliaan Wajib Tau

Kota Solo kondang bersama dengan sebutan Kota Batik. Solo merupakan asal nama berasal dari kata Surakarta, yang bermakna “Kota Sendiri”. Kata sura didalam Bahasa Jawa bermakna “keberanian” dan karta bermakna “makmur”, sebagai sebuah harapan kepada Yang Maha Kuasa. Kota ini berada di provinsi Jawa Tengah, kota ini terhitung jadi kota terbesar ketiga setelah Bandung dan Malang. Surakarta punyai semboyan “Berseri”. “Berseri” sendiri adalah akronim berasal dari “Bersih, Sehat, Rapi, taruhan bola dan Indah”, sebagai slogan pemeliharaan keindahan kota. Untuk kepentingan pemasaran pariwisata, Surakarta mengambil alih slogan pariwisata Solo, The Spirit of Java (Jiwanya Jawa).

Selain itu Kota Surakarta terhitung punyai sebagian julukan, antara lain Kota Batik, Kota Budaya, Kota Liwet. Penduduk Surakarta disebut sebagai wong Solo, dan istilah putri Solo terhitung banyak digunakan untuk menyebut wanita yang punyai karakteristik mirip wanita berasal dari Surakarta.

1.Keraton Surakarta Hadiningrat & Istana Mangkunagaran

Keraton merupakan area pemerintahan asli di Tanah Jawa terhadap era lampau. Pada kebanyakan satu kota terdiri berasal dari satu keraton sebagai area pemerintahanannya. Namun itu tidak sama bersama dengan kota Solo yang punyai dua keraton. Walaupun keraton yang tersedia di kota Solo saat ini telah tidak mobilisasi pemerintahan layaknya dahulu, namun keraton-keraton ini masih punyai sultan dan abdi dalem. Dua keraton selanjutnya adalah Keraton Surakarta Hadiningrat dan Istana Mangkunagaran.

Keraton Surakarta Hadiningrat adalah istana formal Kasunanan Surakarta yang terdapat di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II terhadap th. 1744. Walaupun saat ini Kasunanan Surakarta telah secara formal jadi anggota Republik Indonesia sejak th. 1945, kompleks bangunan keraton ini masih selalu berfungsi sebagai area tinggal Sri Sunan dan rumah tangga istananya yang masih mobilisasi tradisi kerajaan sampai saat ini. Keraton ini kini terhitung merupakan tidak benar satu objek wisata utama di Kota Solo. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menaruh bermacam koleksi punya kasunanan, terhitung bermacam pertolongan berasal dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan contoh arsitektur istana Jawa tradisional yang terbaik.

Sebagian besar keraton ini bernuansa warna putih dan biru bersama dengan arsitekrur tipe campuran Jawa-Eropa. Keraton ini punyai sebagian anggota yang meliputi: Kompleks Alun-alun Lor/Utara, Kompleks Sasana Sumewa, Kompleks Siti Hinggil Lor/Utara, Kompleks Kamandungan Lor/Utara, Kompleks Sri Manganti, Kompleks Kedaton, Kompleks Kamagangan, Kompleks Sri Manganti Kidul/Selatan dan Kamandungan Kidul/Selatan, serta Kompleks Siti Hinggil Kidul/Selatan dan Alun-alun Kidul/Selatan. Kompleks keraton ini terhitung dikelilingi bersama dengan baluwarti, sebuah dinding pertahanan bersama dengan tinggi lebih kurang tiga sampai lima meter dan tebal lebih kurang satu meter tanpa anjungan. Dinding ini melingkungi sebuah area bersama dengan bentuk persegi panjang. Daerah itu berukuran lebar lebih kurang lima ratus meter dan panjang lebih kurang tujuh ratus meter. Kompleks keraton yang berada di didalam dinding adalah berasal dari Kamandungan Lor/Utara sampai Kamandungan Kidul/Selatan.

Secara umum total kompleks keraton sangatlah luas, namun anggota komplek keraton yang mampu dikunjungi para wisatawan terbatas. Belum ulang sebagian area punyai kepercayaan spesifik yang hendaknya kita sebagai tamu menjunjung dan menaatinya. Disarankan kecuali kita Mengenakan jasa pemandu wisata keraton untuk mebawa kita berkeliling. Keberadaan mereka membawa dampak acara keliling keraton jadi seru gara-gara pengetahuannya yang amat didalam dan luas. Dan kecuali kita punyai rezeki lebih, tersedia baikknya kita memberi tambahan tip kepada pemandu wisata kita.

Selain punyai kemegahan bangunan Keraton Surakarta Hadiningrat terhitung punyai suatu warisan budaya yang tak ternilai. Diantarannya adalah upacara-upacara adat, tari-tarian sakral, musik, dan pusaka. Upacara kebiasaan yang kondang adalah upacara Garebeg, upacara Sekaten, dan upacara Malam Satu Sura. Upacara yang berasal berasal dari zaman kerajaan ini sampai saat ini terus dijalankan dan merupakan warisan budaya Indonesia yang perlu dilindungi.

Disinilah pusat perkembangan kesenian dan kebudayaan di Solo. Bahkan, terhadap era lalu, area ini terhitung merupakan pusat pemerintahan yang tersedia di Solo. Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan area yang perlu kita kunjungi kecuali singgah ke Solo. Di sini, kita tidak hanya dapat menyaksikan bangunan peninggalan kejayaan di era lalu, namun terhitung belajar kearifan yang ditinggalkan generasi terdahulu

Istana Mangkunagaran adalah keraton yang kedua setelah Keraton Surakarta. Istana ini dibangun setelah Perjanjian Salatiga yang mengawali pendirian Praja Mangkunegaran ditandatangani oleh group Raden Mas Said, Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwana I), Sunan Pakubuwana III, dan VOC terhadap th. 1757. Pangeran Sambernyawa, julukan bagi Raden Mas Said, diangkat jadi “Pangeran Adipati” bergelar Mangkunegara I. Istana ini mulai dibangun terhadap th. 1757 oleh Mangkunegara I bersama dengan mengikuti type keraton.

Secara arsitektur kompleks bangunannya punyai bagian-bagian yang menyerupai keraton, layaknya punyai pamédan, pendapa, pringgitan, dalem, dan keputrèn. Seluruh kompleks dikelilingi oleh tembok, hanya anggota pamédan yang diberi pagar besi. Coraknya terhitung mengadopsi tipe Jawa dan Eropa. Kita mampu masuk dan menyusuri halaman menuju pendopo Pura Mangkunegaran yang resik, tersedia 4 patung singa yang didatangkan berasal dari Berlin. Pandangan ke-empat patung singa itu menyebar ke bermacam penjuru, pertanda sebagai penjaga keamanan. Sebelum masuk ke pendopo jangan lupa melewatkan alas kaki kita. Pendopo berupa joglo yang dinamakan Pendapa Ageng itu dulu digunakan untuk area menghadap Pangeran.

Lantai Pendopo Ageng punyai luas 3.270 meter persegi itu mengilat tunjukkan dipelihara bersama dengan telaten. Di sebelah kiri tersedia dua perangkat gamelan, Kyai Kanyut Mesem dan duplikatnya. Gamelan Kyai Kanyut Mesem yang telah berusia 300-an th. hanya digunakan terhadap saat-saat tertentu, layaknya hari penobatan Pangeran. Sedangkan duplikatnya digunakan untuk latihan. Atap pendopo disokong oleh empat pilar kayu jati yang berasal berasal dari satu pohon.Kayu jati diambil berasal dari hutan Donoloyo di area Wonogiri.Tingginya lebih kurang 11,5 meter.

Di langit-langit terkandung lukisan batik (Kumudawati) yang menggambarkan nyala api bersama dengan warna berbeda-beda di tengah-tengahnya. Nyala api itu tunjukkan semangat. Sedangkan warna yang tersedia di tengah-tengah bertujuan untuk melawan hal-hal negatif yang melingkupi kehidupan manusia. Warna kuning untuk menjauhi rasa kantuk, warna biru menghalau penyakit dan bencana alam, warna hitam menghambat lapar, warna putih menghambat nafsu, pink melawan rasa takut, merah menghalau roh halus, dan ungu mengenyahkan pikiran-pikiran jahat.

Beberapa lampu terkait di atap pendopo yang didalam pembangunannya tidak menggunakan paku.Menuju ke belakang dapat bertemu bersama dengan sebuah beranda terbuka yang bernama Pringgitan.
Di area ini kerap digelar pertunjukan wayang kulit. Dari Pringgitan tersedia tangga menuju Dalem Ageng, sebuah ruangan seluas lebih kurang 1.000 meter persegi.Secara tradisional area ini merupakan area tidur pengantin kerajaan. Sekarang ruangan ini berfungsi sebagai museum.

Dengan terdapatnya keraton-keraton ini, kita mampu mengenal lebih jauh layaknya apa kebudayaan Jawa yang tersedia di kota Solo terhadap era yang lalu. Bahkan, berasal dari keraton-keraton ini, anda mampu menyaksikan sendiri bagaimana arsitektur kuno Jawa. Dan kecuali singgah di saat yang tepat, anda terhitung mampu menyaksikan bermacam upacara dan ritual tahunan yang biasa diadakan oleh keraton-keraton ini.

2.Bekeliling bersama dengan Kereta Uap

Fakta unik lain berasal dari kota Solo adalah wisata Kereta Uap. Lokomotif yang merupakan buatan Jerman th. 1896 ini masih berfungsi bersama dengan baik dan menaikinya merupakan pengalaman menggembirakan didalam menikmati keindahan kota Solo. Lokomotif ini biasa beroperasi daari stasiun Purwosari sampai bersama dengan stasiun Kota dimana sepanjang perjalanan, anda mampu menyaksikan banyak variasi bangunan khas dan menarik yang tersedia di kota Solo layaknya Loji Gandrung, Keraton, dan Gladak.

Kereta Uap wisata ini tidak meninggalkan unsur sejarah, budaya dan tradisi yang dimiliki Kota Solo. Jika kita naik kereta uap ini, kita dapat disuguhkan oleh minuman selamat datang, yaitu jamu khas tradisional dan jajanan khas Surakarta. Sepanjang perjalanan pun kita dapat dihibur oleh musik tradisional yang dimainkan secara langsung. Kita mampu menyaksikan keasrian kota Solo bersama dengan alunan musik yang bersahaja. Suasana layaknya inilah yang hanya mampu kita dapatkan di kota Solo.

3.Studio Bersejarah, Lokananta

Jika London punyai Abbey Roads sebagai studio legendarisnya, Surakarta punyai Lokananta. Bagi para penikmat musik, kemungkinan telah tidak asing ulang bersama dengan Lokananta. Untuk kita yang belum tahu, Lokananta merupakan tidak benar satu perusahaaan rekaman musik pertama di Indonesia, didirikan terhadap tanggal 29 Oktober 1956 dan berlokasi di Solo, Jawa Tengah. Studio Lokananta telah jadi saksi bisu perkembangan musik Indonesia. Semenjak th. 1983 Lokananta terhitung dulu mempunyai unit memproduksi penggadaan film didalam format pita magnetik. . Studio rekaman ini saat ini telah ditetapkan jadi situs cagar budaya.

Berusia 62 tahun, Lokananta telah jadi label musik legendaris yang memayungi banyak artis-artis legendaris. Nama-nama besar layaknya Gesang, Waldjinah, Titiek Puspa, Bing Slamet, Jack Lesmana dan Sam Saimun “lahir” di Lokananta. Nama “Lokananta” diberikan oleh Presiden Ir.Soekarno, yang bermakna ‘gamelan di kahyangan yang berbunyi tanpa penabuh’. Lokananta sampai saat ini masih mempunyai koleksi ribuan lagu-lagu area berasal dari seluruh Indonesia (Ethnic/World Music/foklor) dan lagu-lagu pop lama terhitung di antaranya lagu-lagu keroncong. Selain itu Lokananta mempunyai koleksi lebih berasal dari 5.000 lagu rekaman area lebih-lebih rekaman pidato-pidato kenegaraan Presiden Soekarno.

Salah Satu karya musik memproduksi Lokananta adalah merekam lagu Rasa Sayange bersama dengan bersama dengan lagu area lainnya didalam satu piringan hitam. Piringan hitam ini sesudah itu dibagikan kepada Kontingen Asian Games terhadap tanggal 15 Agustus 1962. Lagu Rasa sayange yang merupakan lagu foklore berasal dari Maluku yang telah jadi musik rakyat Indonesia.

Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi para musisi Tanah Air, saat ini ramai-ramai para musisi yang merekan karyanya di Lokananta. Diantaranya tersedia Glenn Fredly, Shaggy Dog, White Shoes & The Couples Company, Pandai Besi, dan V1MAST. Para musisi ini ramai-ramai merekam karyanya di studio yang punyai mutu ruangan akustik terbaik di Nusantara, dan mengusahakan mengenalkan ulang Lokananta ke generasi muda saat ini.

4.Industri Batik dan Serajahnya

Bukan tanpa alasan kecuali Solo disebut Kota Batik. Industri batik jadi tidak benar satu industri khas Surakarta. Sentra kerajinan batik dan perdagangan batik antara lain di Laweyan dan Kauman. Pasar Klewer serta sebagian pasar batik tradisional lain jadi tidak benar satu pusat perdagangan batik di Indonesia. Jika kita mendambakan berbelanja kain atau baju batik, kita mampu pergi ke Pasar Klewer dan memperoleh kain batik bersama dengan harga murah. Selain Pasar Klewer, Surakarta terhitung punyai banyak pasar tradisional, di antaranya Pasar Gedhe (Pasar Besar), Pasar Legi, Pasar Pon, Pasar Legi dan Pasar Kembang.

Koleksinya pun bermacam, mulai berasal dari batik khas Banyumas, Pekalongan, Madura, dan Yogyakarta tersedia di Pasar Klewer. Selain pasar Klewer, Anda terhitung mampu singgah ke Kampung Batik Laweyan dan Kauman, tidak benar satu pusat memproduksi batik tradisional terbesar di Kota Solo. Biasanya harga batik cetak lebih murah berasal dari terhadap harga batik tulis.

Motif batik yang tersedia Solo pun amat beragam, gara-gara Solo amat lekat dan kental bersama dengan kebiasaan Jawa, tiap tiap coraknya punyai makna dan falsafah sendiri. Batik Solo punyai ciri khas, baik didalam proses cap maupun tulisnya. Pewarna yang digunakan untuk membatik menggunakan bahan alam, yaitu Soga. motif batik solo Sidomukti dan motif batik Solo Sidoluruh merupakan contoh pola batik tulis Solo yang terkenal.

Motif batik punyai makna tersendiri, lain motif lain makna. Motif batik Solo yang diciptakan bermacam ragam, bersama dengan harapan mampu mempunyai kebaikan bagi pemakainya. Motif batik Solo yang dikenal antara lain yaitu, motif batik Solo type parang, motif batik Solo type barong, motif batik Solo type Kawung dan motif batik Solo type Sawat. Motif batik ini dianggap sakral dan hanya dipakai oleh raja dan keluarganya.

Batik bersama dengan segala bentuknya merupakan identitas bangsa kita, Indonesia. Pada zaman keraton tempo dulu, kesibukan membatik merupakan mata pencaharian bagi para wanita Jawa, lebih-lebih kesibukan membatik dilingkungan keraton Surakarta amat dikenal sebagai suatu pekerjaan yang eksklusif. Datang dan berbelanjalah batik di Kota Solo.

Surakarta, Penyelenggara PON Pertama

Pada 9-12 September 1948, Surakarta ditunjuk jadi kota penyelenggara PON (Pekan Olahraga Nasional) pertama yang pembukaanya diresmikan oleh Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Dilihat berasal dari penyediaan sarana olahraga, terhadap saat itu Solo telah memenuhi seluruh kriteria pokok bersama dengan terdapatnya stadion Sriwedari yang dilengkapi bersama dengan kolam renang. Pada saat itu Stadion Sriwedari terhitung kota bersama dengan sarana olahraga yang terbaik di Indonesia. Selain itu seluruh pengurus besar PORI berkedudukan di Solo supaya hal inilah yang jadi bahan-bahan pertimbangan bagi konferensi untuk mengambil keputusan Kota Solo sebagai kota penyelenggara Pekan Olahraga Nasional pertama (PON I) terhadap tanggal 8 sampai bersama dengan 12 September 1948.

Stadion Sriwedari sendiri adalah stadion pertana Indonesia yang dibangun oleh oleh bangsa Indonesia. Sedangkan stadion-stadion lain saat itu dibangun oleh orang Belanda. Pada th. 1932, Sri Susuhunan Paku Buwono X berasal dari Keraton Surakarta berinisiatif untuk membangun sebuah stadion untuk kesibukan olahraga kerabat Karaton dan kalangan pribumi. Sekarang stadion ini jadi Monumen PON I. Saat ini stadion digunakan sebagai arena pertandingan sepak bola besar dan konser musik.

Selain itu PON I terhitung mempunyai misi untuk tunjukkan kepada dunia luar bahwa bangsa Indonesia didalam keadaan daerahnya dipersempit akibat Perjanjian Renville, masih mampu tunjukkan mampu mengadakan acara olahraga bersama dengan skala nasional. Hal ini tunjukkan bahwa Solo adalah kota yang telah maju sejak dahulu namun selalu bersahaja dan tidak meremehkan falsafah Tanah Jawa.

Inilah sedikit berasal dari banyak fakta perihal Kota Solo. Ada banyak hal yang menggembirakan kecuali kita berlibur ke kota ini. Selain area wisatanya, Kota Surakarta teratur mengadakan festival atau acara yang mampu dinikmati wisatawan seluruh dunia. Setiap th. terhadap tanggal-tanggal spesifik Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran mengadakan bermacam macam perayaan yang menarik. Perayaan selanjutnya pelaksanaannya berdasarkan terhadap penanggalan Jawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *