5 Fakta Menarik Tentang Raja Ampat

5 Fakta Menarik Tentang Raja Ampat

5 Fakta Menarik Tentang Raja Ampat

Raja Ampat merupakan sebuah kabupaten yang terletak di propinsi Papua. Ibu kotanya adalah Waisai. Kabupaten ini memiliki 610 pulau, dengan 4 pulau . Empat di antaranya, yaitu Pulau Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo, merupakan pulau-pulau besar. Dari seluruh pulau hanya 35 pulau yang berpenghuni. Sedangkan pulau-pulau lainnya banyak yang tidak berpenghuni, dan lebih-lebih banyak juga yang belum memiliki nama.

Bagi para penyelam, nama Raja Ampat sudah tidak asing lagi. Keindahan alam bawah lautnya sudah diakui oleh para penyelam, baik lokal maupun internasional. Nah, selanjutnya fakta-fakta menarik mengenai Raja Ampat yang mesti Anda ketahui.
1. “Hutan Amazon” di bawah laut

Jika hutan Amazon merupakan hutan yang memiliki spesies binatang darat terbanyak, maka perairan Raja Ampat adalah “Hutan Amazon” di bawah laut. Di sini, penyelam bisa menjumpai Papuan Epaulette hingga hiu karpet Wobbegong Shark, kuda laut type pigmy yang sebesar ruas kelingking hingga ikan besar dengan bentang sayap mencapai lima meter, serta rombongan ikan Barakuda. Raja Ampat ibarat perpustakaan hidup berasal dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling banyak ragam di dunia.

Dalam sebuah penelitian dengan yang dijalankan terhadap th. 2001-2002 oleh Conservation International, The Nature Conservancy, Lembaga Oseanografi Nasional (LON) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tercatat bahwa di perairan ini terkandung lebih berasal dari 540 type karang keras (75% berasal dari keseluruhan type di dunia), lebih berasal dari 1.300 type ikan, dan 700 type hewan lunak. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat di dunia dengan luas tempat yang mirip memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.

Kekayaan hayati bawah laut ini disebabkan dikarenakan Raja Ampat terletak di pada wilayah segitiga karang dunia (coral triangle). Disebut demikian dikarenakan batas wilayah karang di kawasan itu menyerupai wujud segitiga. Segitiga karang itu sebenarnya meliputi Indonesia, Philipina, Malaysia, Timor Leste, Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon, tapi Indonesia merupakan yang terbesar yang meliputi wilayah Raja Ampat, Derawan, Wakatobi dan Komodo.

2. Nama Raja Ampat

Nama Raja Ampat diambil berasal dari cerita rakyat yang ada di wilayah tersebut. Dalam Bahasa Indonesia, Raja Ampat bermakna “Empat Raja”, yaitu empat orang Raja yang menguasai empat kerajaan di wilayah tersebut, yaitu Waigeo, Misool, Salawati, and Batanta.

Dalam cerita rakyat selanjutnya dituturkan bahwa terhadap zaman dahulu waktu ada sepasang suami istri yang tidak sengaja mendapatkan 6 butir telur naga di pinggir sungai Waikeo. Karena lapar, mereka punya niat untuk memasak keenam telur tersebut. Ketika hendak dimasak, empat berasal dari enam telur selanjutnya menetas dan nampak 5 bayi manusia, 4 laki-laki dan satu perempuan. Mereka sesudah itu diberi nama War, Betani, Dohar, Muhammad dan yang perempuan diberi nama Pintolee. Semuanya dipelihara oleh suami istri tersebut.

Pada suatu waktu Pintolee kedapatan hamil di luar nikah. Dia sesudah itu dihukum dengan dihanyutkan di atas kulit bia (kerang besar) hingga akhirnya terdampar di Pulau Numfor. Sedangkan keempat saudaranya yang lain sesudah itu menjadi raja di empat pulau besar di kawasan tersebut. War menguasai Pulau Waigeo, Betani di Salawati, Dohar di Lilinta, dan Mohamad di Waiga. Sedangkan, telur naga yang tidak menetas konon hingga waktu ini masih disimpan dan mendapat penghormatan khusus berasal dari penduduk setempat.
3. “Ditemukan” waktu melacak kapal yang karam

Kecantikan Raja Ampat mulai mendunia terhadap th. 1990. Saat itu, seorang penyelam berkebangsan Belanda bernama Max Ammer mengunjungi kawasan ini. Tujuannya awalnya adalah menelusuri keberadaan pesawat dan kapal yang digunakan didalam Perang Dunia II yang diperkirakan karam di kawasasan tersebut. Ternyata Max Ammer terlampau takjub dengan keragaman biota di Raja Ampat, supaya terhadap th. 1998 ia mengajak Gerry Allen, seorang ahli perikanan berasal dari Australia, untuk mengadakan survei di tempat ini.

Pencarian bangkai kapal dan pesawat itu sendiri ternyata juga membuahkan hasil. Di dasar laut kepulauan Raja Ampat ditemukan sebagian peninggalan bekas perang, diantaranya mesin perang, kapal dan pesawat terbang bekas perang dunia II. Dekat pulau Wai di kedalaman 27 meter ditemukan rongsokan pesawat P40 bekas milik sekutu. Total ada kira-kira 65 bangkai kapal dan 35 bangkai pesawat peninggalan PD II yang ditemukan. Jadi, bisa dibilang, kekayaan Raja Ampat bukan hanya keragaman biotanya saja, tapi juga kekayaan historisnya.
4. Masuk didalam 10 Tempat Penyelaman Paling Populer di Dunia

Bagi seorang penyelam, keberadaan terumbu karang merupakan energi tarik yang tidak diabaikan. Sedangkan Raja Ampat merupakan surganya terumbu karang. Ada sebagian kawasan terumbu karang yang kondisinya masih terlampau baik dengan kadar penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat yang memisahkan Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepulauan Misool Timur Selatan dan Kepulauan Wayag.

Tipe berasal dari terumbu karang di Raja Ampat biasanya adalah terumbu karang pinggir dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga type atol dan type gosong atau taka. Bagi yang tidak bisa menyelampun, terumbu karang juga masih bisa dinikmati, yaitu di kampung Saondarek. Ketika gunakan surut terendah, di sana bisa disaksikan hamparan terumbu karang yang senantiasa bisa hidup meskipun berada di hawa terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

Selain terumbu karang, bisa juga ditemui spesies-spesies unik layaknya Pigmy Seahorse atau Kuda Laut Mini, wobbegong dan Manta Ray. Juga ada ikan endemik Raja Ampat, yaitu Eviota Raja. Di Manta point yang terletak di selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani sebagian ekor Manta Ray yang jinak. Sedangkan di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan, layaknya ikan tuna, giant trevallies, snappers dan lebih-lebih kumpulan barakuda. Hiu karang, ikan duyung dan penyu juga sering terlihat.

Ada sebagian diving spot yang tenar di Raja Ampat , layaknya Manta Point, Mike’s Point, Sardine Reef dan Shark Point. Masing-masing point memiliki kelebihan sendiri. Misalnya, di Manta point, dengan ringan bisa ditemukan ikan Manta dengan diameter 9 m hilir mudik di kira-kira anda. Di kira-kira Kepulauan Kaboei Bay Rock terkandung sebuah teluk yang di bawahnya merupakan sebuah terowongan batu karang. Di Kaboei Bay Rock juga terkandung gua-gua karang yang dihuni oleh kelelawar, dan di sebagian tempat ditemukan sisa-sisa tulang manusia.

Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman terhadap waktu khusus memiliki arus yang kencang. Hal ini amat mungkin juga untuk jalankan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang terlampau jernih sambil menerobos kumpulan ikan. Istimewanya lagi, masih banyak situs terumbu karang yang belum dulu dijamah. Menarik sekali bukan? Tidak heran jikalau menurut beraneka sumber, Raja Ampat merupakan tidak benar satu berasal dari 10 tempat penyelaman paling popular di dunia.
5. Festival Maritim

Seolah menginginkan mengokohkan posisinya sebagai “Hutan Amazon” di bawah laut, setiap th. di kabupaten ini diselenggarakan Festival Maritim atau Festival Bahari. Festival digelar di kira-kira ibu kota kabupaten di Waisai, kira-kira 3 jam menumpang speedboat berasal dari Kota Sorong. Festival ini mengundang kabupaten lain di Papua yang memiliki pantai untuk turut berpartisipasi.

Berbagai agenda dijalankan didalam festival ini, juga sebagian type perlombaan yang menarik, diantaranya lomba foto bawah laut, lomba perahu dayung, orientasi bawah air, olahraga pantai, dan tidak ketinggalam pula atraksi budaya lokal. Dalam festival ini penduduk setempat siap mempertontonkan perahu tradisionalnya yang tenar bisa mengarungi lautan.

Meskipun perjalanan menuju Raja Ampat mesti lewat Sorong dulu, tapi tidak kurangi minat wisatawan yang berkunjung. Padatahun 2007, jumlah wisatawan yang mampir ke sini hanya 1.000 orang. Sedangkan th. ini, Saat ini, jumlah wisatawan ke Raja Ampat mencapai 15.000. 73 persennya berasal berasal dari negara asing. Berminat langsung mampir ke sana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *