5 Fakta Menarik Tentang KKN di Desa Penari

5 Fakta Menarik Tentang KKN di Desa Penari

5 Fakta Menarik Tentang KKN di Desa Penari – Cerita horor KKN di Desa Penari meninggalkan banyak fakta menarik yang perlu diketahui.

Kisah horor KKN di Desa Penari berawal berasal dari cuitan sebuah account Twitter @SimpleMan1378523 pada 24 Juni 2019 lalu.

Sang pemilik account menjelaskan bahwa cerita horor KKN di Desa Penari, ia dapatkan berasal dari cerita rekan ibunya.

5 Fakta Menarik Tentang KKN di Desa Penari

1. Kronologi lengkap

Melansir berasal dari Kompas.com artikel ‘Memotret Viral Kisah Horor KKN di Desa Penari..’, kisah horor KKN di Desa Penari berawal berasal dari cuitan sebuah account Twitter @SimpleMan1378523 pada 24 Juni 2019 lalu.

Sang pemilik account menjelaskan bahwa cerita horor KKN di Desa Penari, ia dapatkan berasal dari cerita rekan ibunya.

Kisah horor KKN di Desa Penari menceritakan kisah sekelompok mahasiswa yang tengah mobilisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Disebutkan bahwa kisah ini terjadi pada th. 2009 silam.

Namun sepanjang mobilisasi KKN, mereka justru mengalami beraneka kejadian mistis.

2. Tanggapan Pakar Psikologi

Cerita horor di era KKN rupanya bukan kali pertama terjadi, gara-gara di awalnya terhitung sempat terjad di beraneka wilayah.

Menurut Guru Besar Psikologi Universitas Gadjah Mada Prof Koentjoro, kisah horor yang viral di fasilitas sosial ini membuktikan bahwa fasilitas sosial bisa mengakibatkan pengaruh echo chamber.

“Akibatnya, jikalau ada echo chamber, artinya ada saling penguatan pada grup yang percaya. Akhirnya yang tidak terjadi menjadi terjadi (ada),” kata Koentjoro, sementara dihubungi Kompas.com dikutip berasal dari artikel yang sama.

Ia menilai, kisah horor yang ramai di fasilitas sosial adalah permainan fiksi atau permainan kognitif (dua penafsiran berbeda).

Hal ini memicu kisah horor ringan diterima oleh masyarakat Indonesia yang menyukai rasa penasaran dan rasa takut.

Meski demikian, Koentjoro berasumsi rasa penasaran itu sebagai sesuatu yang wajar di dalam ilmu psikologi.

“Barangkali ada displacement atau pengalihan obyek, bersama dengan sesuatu yang tidak biasa. Sementara yang di vlog kan suatu yang biasa,” ujar Koentjoro.

Berbeda bersama dengan Hening Widyastuti, psikolog asal Solo, yang berasumsi cerita horor senantiasa menarik lantaran ada rasa sensasional yang didapatkan disaat konsumsi cerita horor tersebut.

Cerita horor, menurut Hening, bisa menjadi keliru satu langkah untuk menanggulangi stres dan menetralisir keruwetan persoalan kehidupan

Jika masih di dalam batas wajar, menurut dia, tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Hal mirip terhitung dikatakan psikolog Dr Rose Mini Agoes Salim.

Ia mengatakan, cerita horor kebanyakan menampilkan hal berbeda di luar normalitas manusia agar mengakibatkan rasa penasaran.

Selain itu, Rose Mini menuturkan terkecuali perasaa was-was seusai membaca atau lihat film horor itu merupakan reaksi wajar.

“Kan terkecuali jikalau kain terkecuali kena pintu terbuka kan ada angin, terus kemungkinan bergoyang. Nah terkecuali itu diakui sebagai ada setan kan itu menjadi enggak logis, sudah enggak benar,” kata Rose Mini, Sabtu (31/8/2019).

“Tapi terkecuali masih bisa membedakan ini realitasnya sesungguhnya gini kena angin ya goyang, artinya tidak masalah,” lanjut dia.

Guru Besar Psikologi Universitas Gadjah Mada, Prof Koentjoro beri tambahan tingginya respons masyarakat pada kisah-kisah horor diakibatkan gara-gara ada rasa percaya pada hal gaib.

“Jin itu menurut agama itu ada. Tetapi, apakah yang ada di dalam vlog atau kisah horor ini beneran bisa disebut jin?” ujar Koentjoro dikutip berasal dari Kompas.com di dalam artikel ‘KKN di Desa Penari, Viral di Medsos hingga Dijadikan Sebuah Novel’.

Ia pun beri tambahan permisalan, yakni ada sepeda Nabi Adam di Jeddah, Arab Saudi.

Beberapa orang ada yang percaya bahwa sepeda itu benar ada dan dipakai Nabi Adam pada masanya.

Di segi lain, ada yang beranggapan bahwa menurut logika, zaman Nabi Adam belum ada teknologi atau penemuan sepeda.

“Nah, gara-gara sudah percaya, kelanjutannya masyarakat secara langsung sudah ada dua golongan, berasal dari grup percaya dan grup tidak percaya,” ujar Koentjoro.

3. Akan Diangkat Jadi Sebuah Novel

Setelah viral sepanjang sepekan terakhir, cerita horor KKN di Desa Penari dikabarkan dapat diangkat menjadi sebuah novel.

Novel berjudul KKN di Desa Penari dapat diterbitkan oleh Penerbit Bukune dan beredar pada September 2019 mendatang.

Hal ini terhitung dapat dukungan oleh unggahan account Instagram @bukune, pada Jumat (30/8/2019).

Akun Penerbit Bukune membuktikan sebuah lembaran naskah berjudul ‘KKN di Desa Penari’.

Pada Sabtu, (31/8/2019), Penerbit Bukune lagi mengunggah Info yang menjelaskan KKN di Desa Penari dapat dibukukan dan terbit pada September 2019.

4. Apa Tanggapan Penerbit Bukune?

Iya betul. Naskah ini dapat diterbitkan Bukune pada Bulan September,” ujar MB Winata, sementara dihubungi Kompas.com, Sabtu (31/8/2019).

5. Viral gara-gara Strategi Pemasaran?

MB Winata mengatakan, penerbit Bukune sepanjang ini sesungguhnya mencari mereka yang mempunyai bakat kepenulisan lebih-lebih di platform-platform fasilitas sosial.

“Naskah KKN di Desa Penari sudah kami proses sejak sebulan lalu. Bahwa ini sesudah itu menjadi viral, kemungkinan gara-gara sesungguhnya kami mempunyai visi kolaborasi bersama dengan penulis untuk senantiasa aktif membagikan cerita di dalam wujud apa pun,” kata Winata.

Mengenai kisah yang dapat dituangkan di buku, ia mengatakan, dapat ada penyesuaian berasal dari kisah yang dibagikan Simple Man di Twitter.

“Tentu, dapat ada penyesuaian narasi adaptasi ke format buku,” ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *