5 Fakta Menarik Tentang Bumi

5 Fakta Menarik Tentang Bumi

5 Fakta Menarik Tentang Bumi – Bumi adalah planet ketiga berasal dari matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima berasal dari delapan planet di dalam tata surya. Namun, apakah kita paham tiap-tiap sudut bumi atau adakah misteri yang tersisa untuk ditemukan? Kebanyakan orang kemungkinan akan menyebutkan tidak. Bahkan tiap-tiap hari para ilmuwan menemukan sesuatu yang baru perihal planet ini. Berikut ini lebih dari satu fakta menarik perihal bumi yang jarang diketahui oleh banyak orang. Yuk, simak ulasannya di bawah ini!
1. Tidak ada yang amat paham siapa yang menamai bumi

5 Fakta Menarik Tentang Bumi

Tahukah anda bahwa bumi adalah hanya satu planet yang tidak dinamai dewa atau dewi Yunani atau Romawi? Bahkan tidak ada yang paham siapa yang menciptakan kata “Bumi.” Ada dua kata basic untuk nama planet kita, dan keduanya di dalam bhs yang berbeda. Bumi kemungkinan berasal berasal dari kata bhs Inggris “eor(th)e/ertha,” yang artinya tanah, atau kemungkinan berasal berasal dari kata Jerman “erde,” yang termasuk artinya tanah.

Menurut laporan formal penemuan planet, nama “Bumi” berasal berasal dari kata basic Indo-Eropa “er.” Kata basic ini membuahkan kata benda berasal dari bhs Jermanik “ertho,” “jord” bhs Denmark dan Swedia, “erde” bhs Jerman modern, bhs Belanda “aarde,” dan bhs Inggris “earth.”
2. Bumi punya benua lain yang disebut Zealandia

Dari Neoproterozoikum (sekitar 550 juta tahun yang lalu) sampai Jurassic (sekitar 180 juta tahun yang lalu), ada Gondwana yang superkontinen. Pusat benua super ini adalah Antartika. Benua Selandia Baru, termasuk dikenal sebagai ‘Zealandia’ atau ‘Tasmantis’, terhubung ke Antartika. Antara 85 dan 130 juta tahun yang lalu, Zealandia terpisah berasal dari Antartika. Setelah berpisah berasal dari Australia sekitar 60-85 juta tahun yang lalu, Zealandia jadi tenggelam. Diperkirakan Zealandia tenggelam seutuhnya sekitar 23 juta tahun yang lalu. Saat ini, 93% orang Selandia Baru tenggelam di bawah lautan Pasifik.
3. Hutan Hujan Amazon tetap subur sebab fosfor yang didapat berasal dari Gurun Sahara

Selama Zaman Holosen, Afrika bagian utara berwarna hijau subur dengan tumbuh-tumbuhan. Ada banyak danau dan sungai layaknya Danau Chad dan Nil Putih. Periode ini disebut African Humid Period. African Humid Period berakhir sekitar 6.000 sampai 5.000 tahun yang lalu. Vegetasi menurun dan danau jadi mengering. Cangkang diatom mati, dan juga sekelompok besar ganggang sekarang menutupi hamparan luas Danau Chad yang kering. Bahkan sebab penggurunan, tanaman, pohon, binatang, dan burung jadi mati. Perlahan-lahan, tanah Sahara menjadi diperkaya dengan nutrisi berasal dari organisme yang membusuk.

Saat ini, tiap-tiap tahun angin bertiup rata-rata 182 juta ton debu berasal dari Bodélé Depression di Chad. Debu yang kaya nutrisi melintasi Samudra Atlantik dan jatuh di atas lembah Amazon. Setiap tahun, curah hujan di Amazon menyapu banyak nutrisi, termasuk fosfor, nutrisi penting untuk perkembangan tanaman. Debu berasal dari Gurun Sahara isi ulang nutrisi yang hilang ini dan mendukung menjaga kehijauan Amazon.

4. Atmosfer bumi amat melalui bulan

Kita udah diajarkan di sekolah bahwa atmosfer bumi berakhir di eksosfer yang memanjang sampai 700 km sampai 10.000 km. Namun, waktu ini para ilmuwan udah menemukan bahwa lapisan terakhir atmosfer Bumi jauh melampaui itu. Lapisan atmosfer terakhir yang baru ditemukan bernama geocorona, yakni bagian bersinar berasal dari wilayah terluar atmosfer bumi. Para ilmuwan yakin geocorona meluas sampai sekitar 100.000 km (15,5 jari-jari Bumi). Bahkan bulan yang terletak pada jarak 384.600 km jatuh di di dalam geocorona.
5. 660 km di bawah kaki ternyata terdapat gunung

Secara luas, bumi terbagi menjadi tiga lapisan: kerak, mantel, dan inti. Pada kenyataannya, ada lebih dari satu lapisan lain di di dalam yang udah diidentifikasi oleh para ilmuwan. Termasuk zona transisi yang terletak di di dalam mantel. Ahli geofisika berasal dari Universitas Princeton di Amerika Serikat dan Akademi Ilmu Pengetahuan di China udah menemukan gunung yang terletak sekitar 660 km di bawah permukaan pada lapisan transisi. Penemuan ini dikerjakan sesudah mempelajari gempa besar yang melanda Bolivia pada 9 Juni 1994.

Gempa 8,2 di Bolivia punya titik fokus pada kedalaman hanya di bawah 650 km. Getarannya adalah yang pertama diukur pada jaringan seismik modern. Rekaman seismik 1994 ini dipelajari oleh pakar geofisika baru-baru ini. Mereka mempelajari gelombang saat berubah antar lapisan yang menempuh jarak sampai 660 km. Pada kedalaman ini, para peneliti menemukan proporsi pada bagian bawah mantel dan zona atasnya. Berdasarkan penelitian mereka, para peneliti menyimpulkan bahwa ada jajaran pegunungan zig-zag di titik pertemuan bagian atas dan bawah mantel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *