5 Fakta Menarik Sumedang, dari Tahu sampai Makam Cut Nyak Dien

5 Fakta Menarik Sumedang, dari Tahu sampai Makam Cut Nyak Dien

5 Fakta Menarik Sumedang, dari Tahu sampai Makam Cut Nyak Dien

Sumedang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang berbatasan segera dengan Bandung. Sumedang benar-benar kondang dengan keindahan alamnya yang khas. Suasana daerahnya yang dikelilingi oleh deretan gunung selalu menyebabkan energi tarik tersendiri bagi siapapun yang berkunjung.
Bandar Taruhan
Bukan hanya kotanya yang menjadi energi tarik, kulinernya pun kondang memikat dan selalu diburu oleh para wisatawan yang bertandang ke kota itu, salah satunya adalah Tahu Sumedang.

Berikut enam fakta unik dan menarik seputar Sumedang yang dilansir dari beragam sumber.

1. Tahu Bungkeng, Legenda Tahu Sumedang

Tahu Bungkeng adalah perintis atau cikal bakal dari Tahu Sumedang . Tahu Bungkeng sudah tersedia sejak 1917. Kabarnya Tahu Bungkeng ini dibawa oleh orang Tiongkok bernama Ong Kino, pada 1917 yang melakukan perdagangan di Kota Sumedang dan menjadi salah satu alternatif pangan pertama tak hanya hasil bumi.

Setelah Ong Kino pulang ke Tiongkok, usaha yang sudah dirintisnya itu diwariskan kepada anaknya bernama Ong Bun Keng.

2. Waduk Terbesar Kedua di Indonesia

Selain dikenal sebagai Kota Tahu, Sumedang terhitung dipenuhi wisata alam yang memesona. Salah satunya adalah Waduk Jatigede. Dengan ukuran seluas 4.983 hektare, Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar ke dua sesudah Waduk Jatiluhur di Purwakarta.

Pembangunan waduk ini sudah lama direncanakan sejak zaman Hindia Belanda. Waduk ini merasa dibangun pada 2008 pada jaman kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono dan baru diresmikan pada 2015 dan juga beroperasi penuh pada 2017 di jaman Presiden Jokowi.

3. Komoditas Unggulan Sumedang

Sumedang mempunyai komoditas unggulannya, layaknya Ubi Cilembu, Salak Slebong dan Sawo Citali yang mempunyai banyak keunggulan. Ubi Cilembu misalnya, merupakan jenis komoditas pertanian asli dari Desa Cilembu, Kabupaten Sumedang. Ubi ini pada umumnya benar-benar tidak serupa dengan ubi yang tersedia di daerah lain.

Salah satunya, jika dimasukkan di dalam microwave, maka Ubi Cilembu ini bakal mengeluarkan cairan lengket yang tenyata manis layaknya madu. Sedangkan Salak Slebong mempunyai kelebihan rasa yang manis layaknya Salak Pondoh dan ukuran yang relatif lebih besar layaknya Salak Bongkok.

Sementara Sawo Citali merupakan komoditas unggulan dari Desa Sukatali, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang. Selain rasa manisnya yang khas, sawo ini mempunyai tekstur yang lembut, dan juga wujud dan warna yang tidak serupa dengan jenis sawo pada umumnya.

Keunggulan Sawo Citali adalah tidak cepat busuk. Jika ditekan merasa tidak lembek, agar pembeli sering menyangka sawo tetap mentah.

4. Atraksi Kuda Renggong

Kuda Renggong merupakan salah satu kesenian tradisional khas Sumedang yang tunjukkan keahlian kuda di dalam menari ikuti alunan musik. Kesenian ini berasal dari Desa Cikurubuk, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang.

Kata renggong merupakan metatesis dari kata ronggeng yang artinya berprofesi sebagai penari. Istilah ronggeng diubah menjadi renggong untuk membedakan artinya dan tidak disamakan dengan manusia.

5. Jalan Bersejarah yang Angker

Jalan Cadas Pangeran merupakan nama kawasan yang terletak di sekitar 6 kilometer dari pusat kota Sumedang. Jalan berikut dibangun berdasarkan ide Gubernur Jenderal Herman William Daendels pada jaman penjajahan Belanda.

Jalan berikut dinamakan Cadas Pangeran untuk mengenang keberanian Pangeran Kornel yang gugur di dalam memperjuangkan keperluan rakyat Sumedang.

Selain itu, terdapat pula patung Pangeran Kornel dan Gubernur Jenderal Herman William Daendels sebagai ciri khas jalanan tersebut. Di kawasan ini terhitung terdapat Tanjakan si Budi dan Pancuran Orok yang kondang sebagai daerah terangker di Cadas Pangeran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *