5 Fakta Menarik Mengenai Kapal Penolong Tetanic Yang Mendunia

5 Fakta Menarik Mengenai Kapal Penolong Tetanic Yang Mendunia

Tenggelamnya kapal RMS Titanic menjadi duka yang mendalam. Ribuan orang tewas dalam kecelakaan itu. Namun, setidaknya terdapat korban yang selamat sehabis mendapat perlindungan berasal dari RMS Carpathia. Setelah selagi itu, sarana mulai melirik Carpathia atas jasanya menyelamatkan korban Titanic. Mulai berasal dari kapten kapal dan kru yang bertugas meraih penghargaan berasal dari banyak pihak. Mereka berkenan berbalik arah selagi menuju New York untuk menyelamatkan para korban. Berikut adalah fakta menarik berkenaan kapal penyelamat penumpang RMS Titanic:

5 Fakta Menarik Mengenai Kapal Penolong Tetanic Yang Mendunia

1. Kapten kapal mampu penghargaan

Kapten Arthur Henry Rostron seketika menjadi terkenal sehabis misi penyelamatan itu. Namun, kabar di sarana menyebut namanya menjadi “Rostrom”, tidak serupa bersama dengan aslinya. Henry Rostron lahir di Bolton, Inggris terhadap 1869. Dia menyukai dunia maritim sejak kecil dan merampungkan sekolah kelautan. Memasuki usia dewasa, dia mulai berhimpun bersama dengan perusahaan perkapalan. Setelah melayani di bermacam kapal, Rostron berhimpun bersama dengan Cunard Line terhadap 1895.

Dia sesudah itu bertugas di sejumlah kapal Cunard dan naik ke perwira pertama sebelum saat menjadi kapten Brescia. Pada 1904, dia meninggalkan Cunard dan berdinasi di Angkatan Laut Kerajaan. Setahun kemudian, dia lagi ke Cunard dan menjadi kapten Carpathia. Rostron meraih pujian dan namanya kian dikenal gara-gara menyelamatkan orang-orang yang selamat berasal dari tenggelamnya Titanic. Dia dianugerahi Medali Emas Kongres berasal dari Presiden Amerika Serikat William Taft. Pada 1919, dia juga mendaapatkan penghargaan berasal dari Kerajaan Inggris.

2. Kapten kapal percaya mitos monster laut

Walaupun menjadi kapten bergengsi dalam peristiwa Cunard Line, dia selalu menjadi spesial yang unik gara-gara tak malu mengaku percaya terhadap mitos. Dia mempercayai cryptozoologi, studi berkenaan makhluk yang keberadaannya belum terbukti. Bahkan, saat menjabat sebagai kepala petugas di Campania terhadap th. 1907, Rostron mengklaim udah menyaksikan seekor monster laut.

Kemudian, ia tulis secara rinci dalam memoarnya. Ia menuliskan bahwa memperingatkan kepada perwira juniornya untuk menjahui benda-benda yang menyangsikan di tengah laut, lebih-lebih andaikata menyaksikan monster laut. Sikapnya ini berbanding terbalik bersama dengan kepiawaiannya sebagai perwira senior dalam dunia maritim.

3. Penyelamatan yang dramatis

Ketika Kapten Rostron mendapat pesan bahaya berasal dari Titanic, tiap tiap perintah darinya menjadi penting, gara-gara perlu dijalankan secepat bisa saja untuk menyelamatkan penumpang Titanic. Kecepatan tertinggi Carpathia saat itu adalah 14,5 knot, tetapi kapal itu disempurnakan kecepatannya raih 14 knot bersama dengan kebolehan tambahan sehingga mampu meningkatkan uap. Rostron juga memerintahkan pengurangan dalam proses pemanas kapal sehingga lebih banyak uap mampu dialihkan ke mesin untuk meningkatkan tenaga. Kecepatan ekstra ini bukannya tanpa risiko.

Sebab, Carpathia juga perlu menjauhi gunung es sepanjang 107 kilometer. Sebagai antisipasi, perwira dalam Carpathia dihimpun dan mulai bersiap-siap memgeluarkan sekoci andaikata dibutuhkan. Tiga dokter juga diperintahkan langsung mengambil alih sikap di dalam kapal. Selain itu, para perwira junior mulai mempesiapkan daerah kapal, kabin dan ruangan untuk menampung korban yang selamat nantinya. Mereka juga buat persiapan selimut dan makanan untuk menopang korban. Ketika Carpathia lagi ke New York bersama dengan 705 penumpang Titanic yang udah diselamatan, ada permohonan berasal dari bermacam pihak untuk mengumpulkan dana apresiasi kepada para kru yang udah bertugas.

4. Bukan hanya Carpathia saja yang terima sinyal SOS

Pada 1912, lebih dari satu kapal mulai mempunyai peralatan nirkabel untuk kenyamanan bagi penumpang yang mengidamkan mengirimkan komunikasi ke daratan. Ini tidak serupa bersama dengan fungsinya sebagai alat navigasi keselamatan.

Operator nirkabel ini mulai tak dioperasikan lagi oleh bagian kru kapal, melainkan karyawan berasal dari perusahaan telegrap milik Marconi sehingga penggunaan nirkabel lebih terkontrol lagi. Ketika Titanic menunjukan sinyal bahaya, kapal itu mulai mengeluarkan sinyal SOS kepada kapal-kapal yang melintas terhadap radius sekitarnya. SOS merupakan pengembangan berasal dari sinyal radio CQD. Pesan berasal dari CQD kerap diakui tidak benar oleh lebih dari satu pihak yang menerima.

Akhirnya SOS diciptakan bersama dengan pakai transmisi yang lebih mudah. Banyak yang menggangap SOS bermakna “Save Our Ship”, tetapi itu merupakan kekeliruan pengertian awal. Karena dirasa memerlukan bantuan, selanjutnya Kapten kapal Carpathia mulai lakukan langkahnya untuk lakukan penyelamatan.

5. Carpathia hancur oleh torpedo Jerman

Carpathia mobilisasi peran sebagai kapal trans-Atlantik sepanjang 12 tahun. Dua th. sehabis penyelamatan Titanic, kapal itu diminta oleh pemerintah Inggris untuk digunakan sebagai pengangkut pasukan sepanjang Perang Dunia I. Pada 17 Juli 1918, Carpathia menuju Boston untuk konvoi militer. Namun dalam perjalanan ratusan kilometer itu, Carpathia terserang oleh kapal selam Jerman SM U-55.

Beberapa penumpang mampu menyelamatkan diri pakai sekoci yang udah dipersiapkan sebelumnya. Ada satu orang yang tewas gara-gara terkena efek torpedo berasal dari kapal selam tersebut. Carpathia perlu tenggelam di dasar laut. Selama lebih berasal dari 80 th. berikutnya, Carpathia selalu tidak terganggu. Bangkai kapal mampu ditemukan oleh peneliti Clive Cussler dalam air di lepas pantai Irlandia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *