5 Fakta Menarik Di Balik Berdirinya Patung Pancoran Yang Mendunia

5 Fakta Menarik Di Balik Berdirinya Patung Pancoran Yang Mendunia

Patung Pancoran teretak di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Monumen patung selanjutnya punyai letak yang amat strategis karena merupakan pintu gerbang menuju Jakarta dari Bandara Halim Perdanakusuma.

5 Fakta Menarik Di Balik Berdirinya Patung Pancoran Yang Mendunia

Monumen patung selanjutnya terbuat dari perunggu, punyai tinggi 11 mtr. dan panjang tiang patung 27 meter.

Nah kali ini saya dapat mengulas beberapa fakta tentang Patung Pancoran yang barangkali belum anda ketahui.

1. “Patung Pancoran” Bukanlah Nama Aslinya

Kebanyakan warga Jakarta cuma mengenal monumen patung selanjutnya sebagai Patung Pancoran, padahal “Pancoran” sebatas area area patung selanjutnya berdiri.

Nama Patung Pancoran yang memang adalah Monumen Patung Dirgantara.

Dirgantara sendiri punyai arti ruang yang tersedia di sekeliling dan melingkupi bumi, terdiri atas ruang udara dan antariksa (diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Ir. Soekarno memicu Patung Dirgantara untuk menggambarkan kemegahan dan kekuatan dunia penerbangan Indonesia. Patung selanjutnya menggambarkan manusia angkasa yang punyai stimulan untuk terbang dan menjelajahi angkasa.

2. Bung Karno Rela Menjual Mobil Pribadinya Demi Membangun Patung Pancoran

Total ongkos yang harus dikeluarkan untuk memicu Patung Pancoran 12 juta rupiah (nominal yang amat besar pada era itu)

Biaya awal pembangunan Patung Pancoran ditanggung oleh seniman yang pemahat patung selanjutnya yaitu Edhi Sunarso.

Sedangkan pemerintah sendiri cuma mengeluarkan duit sebesar 5 juta rupiah.

Edhi menjadi tak dapat untuk melanjutkan pembuatan Patung Pancoran, mengingat dirinya udah dililit hutang untuk pekerjaan selanjutnya dan proyek pembuatan monumen yang dia Mengerjakan atas perintah Soekarno tidak menggunakan dokumen perintah formal negara.

Melihat keadaan selanjutnya Soekarno memanggil Edhi dan memberinya duit lebih dari 1 juta, yang merupakan hasil penjualan mobil teristimewa Soekano.

Sisanya 6 juta kembali konon merupakan hutang pemerintah Indonesia yang hingga kini belum terbayar.

3. Bung Karno adalah Model Patung Pancoran

Bung Karno sang penggagas Patung Pancoran (Patung Dirgantara) berulang-kali mencontohkan bersama dengan tubuhnya, bagaimana seharusnya Monumen Patung Dirgantara berdiri kepada Edhi. Untuk meminimalisir terjadinya kesalahan.

4. Sang Seniman Melihat Mobil Jenazah Bung Karno dari Puncak Patung Pancoran

Pagi hari, di hari Minggu, tepatnya pada tanggal 21 Juni 1970. Edhi tengah berada di Puncak Patung Pancoran untuk mengerjakan pembuatan Patung Pancoran. Saat melihat ke bawah, Edi melihat iring-iringan mobil jenazah.

Seorang pekerja yang tersedia di bawah memberitahu Edhi, terkecuali mobil jenazah yang baru melalui merupakan iring-iringan mobil jenazah Bung Karno.

Mendengar hal selanjutnya Edhi segera turun dari puncak Patung Pacoran bersama dengan rasa sedih, dan pergi ke Blitar untuk memberi penghormatan terakhir kepada sang presiden.

5. Kemana Arah Acungan Tangan Patung Pancoran?

Edhi Sunarso sang perancang Patung Pancoran rupanya sengaja memicu dan merancang Patung Pancoran untuk menunjuk ke suatu tempat.

Ada yang menjelaskan bahwa acungan tangan Patung Pancoran sengaja dibikin mengarah ke Pelabuhan Sunda Kelapa.

Ada termasuk yang bilang terkecuali acungan tangan Patung Pancoran selanjutnya mengarah ke area Bung Karno menaruh seluruh harta kekayaannya.

Namun layaknya dianalisir pada Jakarta.go.id ternyata acungan tangan pada Patung Pancoran mengarah ke Bandara Internasional Kemayoran ang merupakan bandar udara pertama yang dimiliki oleh Jakarta.

Hal ini mengenai bersama dengan apa yang saya tuliskan pada poin nomer 1, terkecuali Patung Dirgantara (Pancoran) dibikin untuk menggambarkan kemegahan dan kekuatan dunia penerbangan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *