5 Fakta Aneh Gunung Merapi Yang Bikin Kalian Ketakutan

5 Fakta Aneh Gunung Merapi Yang Bikin Kalian Ketakutan

Temuan sebuah kubah lava raksasa terhadap gunung api di bawah permukaan air laut, di selatan pulau Kyushu, disebut berisiko mengancam keselamatan 100 juta manusia kecuali meletus.

5 Fakta Aneh Gunung Merapi Yang Bikin Kalian Ketakutan

Dilansir dari laman Daily Mail terhadap Kamis (15/2/2018), ilmuwan yang melaksanakan penelitian di web berkenaan mendapati kandungan lahar sebanyak 8 triliun galon.

Inilah sesudah itu yang jadi kegalauan para ilmuwan, di mana kecuali meletus, maka efek kerusakannya tidak hanya jadi di kawasan Asia Timur, melainkan terhitung di seluruh dunia.

Kubah lava raksasa selanjutnya berada di sebuah kaldera gunung api bawah laut berdiameter nyaris 10 kilometer, dan punya tinggi 600 meter.

Sekitar 30,5 mtr. bagian puncak kubah lava ini udah muncul di atas permukaan air laut, berbentuk pulau-pulau bebatuan, terhitung di dalamnya pulau Iwo Jima yang bersejarah.

Simak empat fakta utama berkenaan kaldera raksasa, yang keberadaannya dikaitkan bersama legenda letusan gunung api purba Kikai, di bawah ini:

1. Sulit Diprediksi Kapan Akan Meletus

Beberapa ilmuwan udah mengupayakan memetakan lantai kaldera lewat sebagian operasi penyelaman bersama pemberian robot. Namun hingga pas ini, belum terhitung ditemukan information pasti berkenaan type letusan, gerak seismik, dan prediksi terdekat berkenaan kapan gunung api berkenaan meletus.

Peningkatan kesibukan vulkanik terakhir tercatat berlangsung terhadap 2013, di mana serbuan gelembung uap muncul di perairan di atas segi tenggara kaldera Kikai. Setelahnya, tanda-tanda kesibukan vulkanik nyaris jarang terlihat, kecuali sesekali penampak gelembung uap berukuran sedang.

Jika benar-benar meletus, efek letusannya diperkirakan bakal mengancam keselamatan 100 juta jiwa di kawasan Asia Pasifik.

Prediksi selanjutnya didasarkan terhadap information histori letusan Kikai yang berlangsung terhadap kurang lebih 7.300 juta th. lalu, di mana konon mengikis peradaban bangsa Jomon, sebuah bangsa pra histori yang hidup di selatan Kepulauan Jepang.

2. Berisiko Memicu Letusan Mahadahsyat

Jika benar-benar erupsi, kubah lava Kikai bakal mengakibatkan aliran piroklastik, yaitu aliran cepat memuat gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan.

Aliran piroklastik itu disebut bisa berembus hingga sejauh 80 kilometer, dan menyebarkan abu gunung berapi hingga radius 1.000 kilometer, melintasi laut ke arah sebagian besar wilayah di Asia Timur, Asia Tenggara, dan Kapulauan Pasifik.

Adapun tebaran abu vulkanis diprediksi bakal menutupi sebagian besar atmosfer Bumi, selanjutnya menutupi pancaran sinar matahari, agar berisiko mengakibatkan musim dingin vulkanis.

Selain itu, letusan gunung api berkenaan terhitung berpotensi mengakibatkan gelombang tsunami besar, yang tidak hanya melanda pesisir Kepulauan Jepang, tapi terhitung pesisir daratan China, Taiwan, dan bahkan mencapai pantai barat Amerika Utara dan Amerika Selatan.

3. Kemungkinan Meletus dalam 100 Tahun Mendatang

Pimpinan Pusat Eksplorasi Dasar Laut Kobe terhadap Universitas Kobe menyebutkan kemungkian gunung api berkenaan meletus adalah satu banding 100. Hal ini artinya tersedia bisa saja besar satu kali letusan berlangsung dalam jangka pas 100 th. ke depan.

Prediksi selanjutnya didasarkan terhadap penghitungan pola catatan erupsi yang berlangsung di daerah tektonik di antara selatan Kepualaun Jepang dan utara Pulau Taiwan.

Meski belum ditemukan mengerti tipe-tipe khusus yang bisa menandakan tren peningkatan kesibukan vulkaniknya, tapi para peneliti meyakini bahwa perihal itu bakal banyak dipengaruhi oleh pergerakan aktif cincin gunung api Pasifik (Pacific Ring of Fire).

4. Bagian dari Cincin Api Pasiifk

Cincin Api Pasifik merupakan sebuah jalur gunung api yang membentang sejauh 40.000 kilometer dari Selandia Baru, melingkari perairan Asia Tenggara dan Asia Timur, hingga berakhir di pantai barat total benua Amerika.

Sebanyak nyaris 90 % gunung berapi aktif berlokasi di jalur Cincin Api Pasifik, agar mengakibatkan banyak wilayah yang dilintasinya kerap dilanda gempa bumi dan erupsi.

Banyaknya gunung api di wilayah ini tidak lain disebabkan oleh fakta bahwa terdapat banyak zona subduksi di dalamnya, yaitu pertemuan beraneka lempeng tektonik yang tetap bergerak aktif.

Belakangan, jalur Cincin Api Pasifik jadi menandakan tren peningkatan kesibukan vulkanik, layaknya rentetan gempa dan gunung berapi yang berlangsung sejak awal 2018

5. Menghapus Peradaban Bangsa Jomon

Bangsa Jomon adalah sebuah masyarakat pra histori yang hidup di antara zaman Pleistosen hingga zaman Holosen, kurang lebih 10.000 hingga 7.000 th. Sebelum Masehi.

Wilayah daerah tinggal bangsa Jomon diberkahi oleh kekayaan sumber alam, agar kesibukan melacak makan dilaksanakan bersama langkah berburu hewan dan mengambil type tanaman di darat dan laut.

Seperti kisah terhadap legenda Atlantis, kebudayaan bangsa Jomon dikira kuat lenyap oleh letusan dahsyat gunung berapi, yang dalam perihal ini dikaitkan bersama keberadaan kaldera Kikai.

Adapun bangsa Jomon yang selamat, konon menyebar selatan dan tenggara Asia. Hal ini dipercayai oleh sebagian ilmuwan sebagai awal mula cikal bakal bangsa Austronesia, yang menyebar dari Taiwan ke beraneka wilayah di Asia Tenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *